Undangan TAFSIR Novel LANANG di IPB

-->
UNDANGAN
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Peternakan IPB
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedoteran Hewan IPB
Ikatan Mahasiswa Peternakan Indonesia (Ismapeti) Cabang IPB
Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia (Imakahi) Cabang IPB
Himpunan Mahasiswa Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan IPB

Mengundang ANDA HADIR pada Acara:
TAFSIR KASUS PETERNAKAN
DAN KEDOKTERAN HEWAN
BERDASAR PEMBACAAN NOVEL LANANG
Karya Drh Yonathan Rahardjo
Pembicara 1: Drh Suli Teruli Sitepu (Dokter Hewan Praktisi)
Pembicara 2: Rudy Yana (BEM IPB)
Jumat/ 5 Desember 2008
Pukul 14.00 - 16.00
di BALAI SIDANG Fakultas Peternakan
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
(Fapet-IPB) / Gedung Fapet IPB Lantai 3
Novel (Dokter Hewan) Lanang yang memenangkan Lomba Novel Dewan Kesenian Jakarta 2006 mengangkat kisah kemanusiaan dokter hewan dan seluk-beluknya secara rinci, gamblang dan imajinatif dalam menyelidiki misteri kematian hewan dalam jumlah besar, yang memengaruhi hajat hidup masyarakat dan bangsa.
Jatuh bangunnya Drh. Lanang dalam menyelidiki kasus penyakit penyebab kematian hewan itu merupakan cermin apa yang sesungguhnya terjadi di bidang kedokteran hewan dan peternakan di tanah air, dengan menggunakan dasar ilmiah dan dikembangkan sebagai fiksi dengan berbagai kemungkinan yang bisa terjadi.

Novel Lanang patut menjadi bacaan “wajib” bagi kalangan kedokteran hewan dan peternakan serta peminat seni sastra pada umumnya. Penyajiannya sangat inspiratif dan menjadi jembatan emas antara dunia ilmiah kedokteran hewan dan dunia kemanusiaan (humaniora).” — Prof. Drh. Charles Ranggatabbu, MSc, PhD
Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada Yogyakarta

Kontak Acara: BEM Fapet IPB 081311255251/ BEM FKH IPB a-n Setiawan 081382942341/ Imakahi Cabang IPB a-n Arif 085226855828/ Ismapeti Cabang IPB a-n Satrio 0818699992 / Utie 081315663834/ Himaproter IPB a-n Hendro Wasdiantoto 085694861442
TAFSIR KASUS PETERNAKAN DAN KEDOKTERAN HEWAN BERDASAR NOVEL LANANG Karya Drh Yonathan RahardjoPembicara: Drh Suli Teruli Sitepu (Praktisi Dokter Hewan) & Rudy Yana (BEM IPB) Jumat/ 5 Desember 2008 Pukul 14.00- 16.00 di BALAI SIDANG Fakultas Peternakan INSTITUT PERTANIAN BOGOR (Fapet-IPB) Gedung Fapet IPB Lantai 3
Kata mereka tentang Novel LANANG:

Membaca novel ini, saya segera merasakan kemiripannya dengan kesusastraan Eropa abad ke-20, misalnya novel Prancis Plague (Penyakit Pes) karya Albert Camus atau karya-karya Géza Csáth dalam kesusastraan Hungaria: kita harus menghadapi kehadiran simbolik, mistik, rasional, dan irasional secara bersamaan. Sebagai ”pemula” dalam kesusastraan Indonesia, saya membandingkannya dengan Harimau–Harimau karya Mochtar Lubis. Musikalitas dan plastisitas deskripsi dalam novel ini luar biasa, seperti skenario film!” —Mihaly Illes, Duta Besar Hungaria untuk Indonesia

Yonathan seperti Taufiq Ismail yang juga dokter hewan, sama dengan Asrul Sani idem ditto dokter hewan. Ditarik lebih jauh ke masa lampau, Marah Rusli, pengarang roman Siti Nurbaya, pun dokter hewan. Saya pikir, tentu ada sesuatu yang “spesial” dengan dokter hewan. Bisa bersajak, bisa mengarang.” —Rosihan Anwar, Tabloid Cek & Ricek

Kekuatan utama novel ini terletak pada wawasan baru yang mewarnainya. Rumit tapi…. Sangat menarik.” —Ahmad Tohari, novelis

Novel yang kaya dan dalam, menampilkan berbagai wajah dan genre yang beberapa di antaranya belum dirambah pengarang Indonesia lain: sains, thriller, sosial, psikologi.” —Prof. Dr. Apsanti Djokosujatno, Guru Besar Sastra Universitas Indonesia

Ada beberapa dokter hewan yang terjun dan bergelut di dunia sastra. Tetapi, agaknya, hanya (Dokter Hewan) Yonathan Rahardjo yang coba memperkaya sastra Indonesia dengan rekayasa genetika sebagai bagian dari pengucapan literernya melalui novel Lanang." —Martin Aleida, wartawan Tempo 1971-1984

Penyair yang dokter hewan ini dikenal dengan puisi-puisi kontekstual dan sosialnya. Kritik-kritiknya tajam, kendati dibalut dengan bahasa yang telanjang.” —Kompas

"Lanang adalah perpaduan mengejutkan antara eksperimen biologi mutakhir dengan alam spiritual tradisional. Kerumitan alur cerita, keterampilan bahasa, dan kompleksitas psikologi yang ditampilkannya adalah tawaran gelagat baru yang menakjubkan dalam denyut sastra Indonesia mutakhir." —Prof. Dr. I. Bambang Sugiharto, Guru Besar Filsafat Universitas Parahyangan

Jalinan cerita dan tokohnya memang buah imajinasi, tapi latar belakang teknologi dan konspirasi global yang menjadi setting ceritanya boleh jadi mendekati kenyataan. Gabungan fiksi dan kenyataan yang membuat masyarakat perlu berpikir ulang ihwal teknologi!” —Hira Jhamtani, pengamat kehidupan, Gianyar, Bali

"Novel ini menggarap satu tema yang sangat menantang: rekayasa genetika. Sebuah tema yang memerlukan pengetahuan khusus dan kecakapan menulis yang lebih dari cukup." —Zen Hae, penulis sastra, Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta

Yonathan Rahardjo, seorang dokter hewan lulusan Universitas Airlangga Surabaya, memilih berkecimpung di dunia tulis menulis ketimbang berpraktek sebagai dokter hewan....
Dari semua tulisan yang dibuatnya, Yonathan menyadari dirinya cenderung menyukai tulisan-tulisan yang mengungkap rasa, yaitu tulisan sastra, bukan berita ilmiah ataupun laporan, tapi bahasa indah yang di dalamnya ada prosa dan puisi, yang punya benang merah dengan apa yang ia lakukan waktu kecil.” —Bisnis Indonesia

Secara kontekstual dengan kondisi bangsa ini di bidang kedokteran hewan dan peternakan, setelah membaca Novel Lanang kita dapat merasakan kaitannya dengan kondisi peneliti atau dokter/dokter hewan, atau politik kesehatan Indonesia saat ini. Dalam kasus flu burung kita menjumpai penelitian yang tidak tuntas, banyak yang tidak terdeteksi dan ahli-ahli yang asbun (asal bunyi/ asal omong), dan pemerintah yang plin-plan, seperi yang disindir dalam Novel Lanang” — Sahlul Fuad, Peneliti, Pemerhati Konsep Resistensi, Magister Antropologi Universitas Indonesia

No comments: