Pages

Search Here

Showing posts with label Acara. Show all posts
Showing posts with label Acara. Show all posts

UWRF; Angela Meyer: I was immensely interested in Yonathan Rahardjo’s book Lanang. Man, I wish I could read this book.Share

UWRF; Angela Meyer: I was immensely interested in Yonathan Rahardjo’s book Lanang. Man, I wish I could read this book.Share


http://blogs.crikey.com.au/literaryminded/2009/10/09/uwrf-folklore-myth-and-the-new-millenium/



UWRF: Folklore, myth and the new millenium

October 9, 2009 – 12:37 pm, by Angela Meyer

I started the day yesterday with a plunge into the pool, and then a 45 minute walk up to the festival venues. I will not do this again as the swim + walk, coupled with the heat, just about made me a zombie for the entire day! I am giving myself permission to chillax.

Here’s a sample of one of the sessions I attended yesterday:

Folklore, myth and the new millenium
Michelle Cahill
Dian Hartati
Yonathan Rahardjo
Chair: Wayan Juniartha

PDSHBJ: Pentas Novel LANANG di HUT 4 Apsas



Undangan Perayaan HUT APSAS KE-4
Apresiasi-Sastra@yahoogroups. com

Apa yang bakal terjadi jika para sastrawan internet seharian berkumpul di Taman Ismail Marzuki (TIM)? Tentu anda tidak membayangkan mereka hanya akan chating, browsing, posting, atau ngendon di balik monitor pc/ laptop, karena ini pasti salah besar.
Sebab mereka juga manusia nyata yang punya ekspresi yang enak didengar dan ditonton, tak sekadar enak dibaca.

Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun milis Apresiasi-Sastra ke-4 tahun 2009 ini, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara, kaum pecinta sastra untuk hadir dan menikmati sajian warga milis Apsas nanti pada:

Hari: Sabtu, 31 Januari 2009
Waktu: pukul 09.00-18.00 WIB
Tempat:
Pusat Dokumentasi HB Jassin
Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya
Jakarta Pusat

Acaranya banyak banget, antara lain:

1. Bincang Sastra bertema " Sastra Internet dan masa depan Sastra" bersama para pembicara dahsyat, Saut Situmorang, Nuruddin 'pabrik_t' Asyhadie dan Enda Nasution (Bapak Blogger Indonesia)

2. Diskusi buku " Lorong dunia II" karya Sigit Susanto

3. Pementasan teater pintu 301 pimpinan Bung Kelinci yang akan diangkat dari novel Lanang karya Yonathan Raharjo pemenang sayembara novel DKJ 2006 dan Monolog yang diangkat dari Puisi Otobiografi, dan cerpen karya Akmal Nasery Basral

4. Dialog bersama pemenang novel DKJ tahun 2008, diajeng Anindita

5. Dan masih banyak lagi pementasan-pementasan lainnya, seperti baca puisi, monolog, musik

6. Dan yang paling seru adalah akan banyak dorprize bagi hadirin.

Semua acara akan dikemas dengan suasana santai dan ringan.

Esok harinya,

Hari: Minggu, 1 Februari 2009
Waktu: Pukul 10.00 WIB
Tempat: Pemakaman Karet Jakarta Pusat

Acara: Ziarah Kubur ke makam mata kanan sastra Indonesia, Chairil Anwar dan Pramoedya Ananta Toer, mata kiri sastra Indonesia.

Nah, jangan menyesal karena tak bisa datang. Catat, ingat, dan berangkat. Pastikan anda akan menikmati acara perayaan HUT APSAS KE-4 di akhir pekan dan akhir bulan pertama ini.

Sampai jumpa di TIM Cikini Jakarta Pusat.

Bagi Apsasian yang ingin mengisi acara, mau baca puisi, atau monolog cerpen, atau sekadar narsis lainnya, bisa menghubungi Nina Yuliana (no. hp nya 08129042890) dan kang Budisetiawan di no. hp. (08158030529), mereka berdua bagian Sie Acara.

salam,
panitia

Undangan TAFSIR Novel LANANG di IPB

-->
UNDANGAN
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Peternakan IPB
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedoteran Hewan IPB
Ikatan Mahasiswa Peternakan Indonesia (Ismapeti) Cabang IPB
Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia (Imakahi) Cabang IPB
Himpunan Mahasiswa Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan IPB

Mengundang ANDA HADIR pada Acara:
TAFSIR KASUS PETERNAKAN
DAN KEDOKTERAN HEWAN
BERDASAR PEMBACAAN NOVEL LANANG
Karya Drh Yonathan Rahardjo
Pembicara 1: Drh Suli Teruli Sitepu (Dokter Hewan Praktisi)
Pembicara 2: Rudy Yana (BEM IPB)
Jumat/ 5 Desember 2008
Pukul 14.00 - 16.00
di BALAI SIDANG Fakultas Peternakan
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
(Fapet-IPB) / Gedung Fapet IPB Lantai 3
Novel (Dokter Hewan) Lanang yang memenangkan Lomba Novel Dewan Kesenian Jakarta 2006 mengangkat kisah kemanusiaan dokter hewan dan seluk-beluknya secara rinci, gamblang dan imajinatif dalam menyelidiki misteri kematian hewan dalam jumlah besar, yang memengaruhi hajat hidup masyarakat dan bangsa.
Jatuh bangunnya Drh. Lanang dalam menyelidiki kasus penyakit penyebab kematian hewan itu merupakan cermin apa yang sesungguhnya terjadi di bidang kedokteran hewan dan peternakan di tanah air, dengan menggunakan dasar ilmiah dan dikembangkan sebagai fiksi dengan berbagai kemungkinan yang bisa terjadi.

Novel Lanang patut menjadi bacaan “wajib” bagi kalangan kedokteran hewan dan peternakan serta peminat seni sastra pada umumnya. Penyajiannya sangat inspiratif dan menjadi jembatan emas antara dunia ilmiah kedokteran hewan dan dunia kemanusiaan (humaniora).” — Prof. Drh. Charles Ranggatabbu, MSc, PhD
Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada Yogyakarta

Kontak Acara: BEM Fapet IPB 081311255251/ BEM FKH IPB a-n Setiawan 081382942341/ Imakahi Cabang IPB a-n Arif 085226855828/ Ismapeti Cabang IPB a-n Satrio 0818699992 / Utie 081315663834/ Himaproter IPB a-n Hendro Wasdiantoto 085694861442
TAFSIR KASUS PETERNAKAN DAN KEDOKTERAN HEWAN BERDASAR NOVEL LANANG Karya Drh Yonathan RahardjoPembicara: Drh Suli Teruli Sitepu (Praktisi Dokter Hewan) & Rudy Yana (BEM IPB) Jumat/ 5 Desember 2008 Pukul 14.00- 16.00 di BALAI SIDANG Fakultas Peternakan INSTITUT PERTANIAN BOGOR (Fapet-IPB) Gedung Fapet IPB Lantai 3
Kata mereka tentang Novel LANANG:

Membaca novel ini, saya segera merasakan kemiripannya dengan kesusastraan Eropa abad ke-20, misalnya novel Prancis Plague (Penyakit Pes) karya Albert Camus atau karya-karya Géza Csáth dalam kesusastraan Hungaria: kita harus menghadapi kehadiran simbolik, mistik, rasional, dan irasional secara bersamaan. Sebagai ”pemula” dalam kesusastraan Indonesia, saya membandingkannya dengan Harimau–Harimau karya Mochtar Lubis. Musikalitas dan plastisitas deskripsi dalam novel ini luar biasa, seperti skenario film!” —Mihaly Illes, Duta Besar Hungaria untuk Indonesia

Yonathan seperti Taufiq Ismail yang juga dokter hewan, sama dengan Asrul Sani idem ditto dokter hewan. Ditarik lebih jauh ke masa lampau, Marah Rusli, pengarang roman Siti Nurbaya, pun dokter hewan. Saya pikir, tentu ada sesuatu yang “spesial” dengan dokter hewan. Bisa bersajak, bisa mengarang.” —Rosihan Anwar, Tabloid Cek & Ricek

Kekuatan utama novel ini terletak pada wawasan baru yang mewarnainya. Rumit tapi…. Sangat menarik.” —Ahmad Tohari, novelis

Novel yang kaya dan dalam, menampilkan berbagai wajah dan genre yang beberapa di antaranya belum dirambah pengarang Indonesia lain: sains, thriller, sosial, psikologi.” —Prof. Dr. Apsanti Djokosujatno, Guru Besar Sastra Universitas Indonesia

Ada beberapa dokter hewan yang terjun dan bergelut di dunia sastra. Tetapi, agaknya, hanya (Dokter Hewan) Yonathan Rahardjo yang coba memperkaya sastra Indonesia dengan rekayasa genetika sebagai bagian dari pengucapan literernya melalui novel Lanang." —Martin Aleida, wartawan Tempo 1971-1984

Penyair yang dokter hewan ini dikenal dengan puisi-puisi kontekstual dan sosialnya. Kritik-kritiknya tajam, kendati dibalut dengan bahasa yang telanjang.” —Kompas

"Lanang adalah perpaduan mengejutkan antara eksperimen biologi mutakhir dengan alam spiritual tradisional. Kerumitan alur cerita, keterampilan bahasa, dan kompleksitas psikologi yang ditampilkannya adalah tawaran gelagat baru yang menakjubkan dalam denyut sastra Indonesia mutakhir." —Prof. Dr. I. Bambang Sugiharto, Guru Besar Filsafat Universitas Parahyangan

Jalinan cerita dan tokohnya memang buah imajinasi, tapi latar belakang teknologi dan konspirasi global yang menjadi setting ceritanya boleh jadi mendekati kenyataan. Gabungan fiksi dan kenyataan yang membuat masyarakat perlu berpikir ulang ihwal teknologi!” —Hira Jhamtani, pengamat kehidupan, Gianyar, Bali

"Novel ini menggarap satu tema yang sangat menantang: rekayasa genetika. Sebuah tema yang memerlukan pengetahuan khusus dan kecakapan menulis yang lebih dari cukup." —Zen Hae, penulis sastra, Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta

Yonathan Rahardjo, seorang dokter hewan lulusan Universitas Airlangga Surabaya, memilih berkecimpung di dunia tulis menulis ketimbang berpraktek sebagai dokter hewan....
Dari semua tulisan yang dibuatnya, Yonathan menyadari dirinya cenderung menyukai tulisan-tulisan yang mengungkap rasa, yaitu tulisan sastra, bukan berita ilmiah ataupun laporan, tapi bahasa indah yang di dalamnya ada prosa dan puisi, yang punya benang merah dengan apa yang ia lakukan waktu kecil.” —Bisnis Indonesia

Secara kontekstual dengan kondisi bangsa ini di bidang kedokteran hewan dan peternakan, setelah membaca Novel Lanang kita dapat merasakan kaitannya dengan kondisi peneliti atau dokter/dokter hewan, atau politik kesehatan Indonesia saat ini. Dalam kasus flu burung kita menjumpai penelitian yang tidak tuntas, banyak yang tidak terdeteksi dan ahli-ahli yang asbun (asal bunyi/ asal omong), dan pemerintah yang plin-plan, seperi yang disindir dalam Novel Lanang” — Sahlul Fuad, Peneliti, Pemerhati Konsep Resistensi, Magister Antropologi Universitas Indonesia

Newseum Cafe: HUDAN MENAFSIR LANANG

UNDANGAN
Panitia HUDAN MENAFSIR LANANG di
NEWSEUM CAFÉ JAKARTA
Mengundang ANDA HADIR pada Acara:

HUDAN MENAFSIR LANANG _________________________
Percakapan Kreatif Bersama
HUDAN HIDAYAT
Berdasar Pembacaan Novel LANANG
Karya Yonathan Rahardjo
Penerbit Pustaka Alvabet

Kamis/ 13 Nopember 2008
Pukul 19.00- selesai

di
NEWSEUM CAFE
Jl Veteran I/ 33 Jakarta Pusat
Lokasi dekat Stasiun Juanda, Masjid Istiqlal, MONAS
Telepon 021-344-6703
Suasana diperkuat Maulana Achmad
dengan Pembacaan Cuplikan Novel LANANG
Kontak: Alin SP 0818819944 / Joko Saw 085860930362


HUDAN HIDAYAT
di Milis APREASIASI SASTRA
tentang LANANG
Bukanlah Novel biasa.
maka menghadapinya pun tak bisa secara biasa.
aku menulis panjang tentang Lanang.
ada saat kita memang harus menghajar Sastra Indonesia secara signifikan. Lanang menjadi pintu masuk yang baik.
tak kusangka, Yonathan itu bisa menulis demikian bagusnya
ternyata huih, burung babi hutan itu, bikin gelo hehe
lalu apa artinya hegemoni lagi, kalau misalnya Saman itu terpelanting oleh Lanang misalnya? - Lanang yang merucut dari pembicaraan sastra kelas tinggi kita kini?hegemoni itu musti dibaca sebagai pseudo nilai yang seolah kuat tertanam. padahal pada saat yang sama bermunculan nilai-nilai lain di tempat lain.
tapi kan pakar bahasa kita yang resmi pemalas, kalah jauh sama sastrawan yang bisa mati beneran kalau tidak ada fiksi atau kalau tidak menulis.
dalam seni memang tidak ada ukuran yang abadi bisa dipegang.
kritikus harus sanggup meliuk kalau novelnya membawa sesuatu yang baru.
memang persoalan ilmu itu: ia ingin membuat apa apa bisa dimengerti. padahal banyak hal dalam dunia yang kita tidak bisa pahami. setidaknya kita pahami secara samar samar.
Novel yang Keren dari Penulis yang Keren.
Representasi Indonesia Masa Kini.
TENTANG
Hudan Hidayat: Sastrawan, Pendiri CWI (Creative Writing Institute) bersamaAhmadun Yosi Herfanda dan Maman S. Mahayana, Deklarator Memo Indonesia bersama M Fadjroel Rachman, Mariana Amiruddin dan Rocky Gerung,
Novel LANANG karya Yonathan Rahardjo: Pemenang Lomba Novel Dewan Kesenian Jakarta 2006
Maulana Achmad: Penyair, Antologi Puisinya bersama Inez Dikara dan Dedy Tri Riyadi “SEPASANG SEPATU SENDIRI DALAM HUJAN” Nominator Pemenang KLA (Khatulistiwa Literary Award)

Newseum Cafe: HUDAN MENAFSIR LANANG

Hadiri Acara:

HUDAN MENAFSIR LANANG

_________________________


Percakapan Kreatif Bersama HUDAN HIDAYAT

Berdasar Pembacaan Novel LANANG karya Yonathan Rahardjo



Pada:

Hari/Tanggal: Kamis/ 13 Nopember 2008
Waktu: Pukul 19.00- selesai

Tempat:

NEWSEUM CAFE, Jl Veteran I/ 33 Jakarta Pusat

Lokasi dekat Stasiun Juanda, Masjid Istiqlal, MONAS
Telepon 344-6703.

Finni Fisachrini: Traditional mysticism polemic versus modern biotechnology

by: Finni Fisachrini

http://niesdiary.blogspot.com/2008/06/extensive-reading-finni-fisachrini.html

Extensive Reading/ Finni Fisachrini/ 031104006/ VIII-A/ Univ. Pakuan
Title : Lanang
Author : Yonathan Rahardjo
Editor : A. Fathoni
Publisher : Alvabet Sastra
Year : 2008
Page : 440
Size : 12,5 X 20 cm

Summary :
Dewi was a holder of doctorate who worked as a henchman of foreign corporation. She had a duty for supplying genetic engineer product from foreign country. She created transgenic animal that was able to spread the virus of disease named wild boar bird or Burung Babi Hutan. Since appearing of this peculiar animal, the area of dairy cow where Lanang worked suddenly attacked by the mysterious disease. Lanang was a clever veterinarian. With the government and the society, they tried to find out the cause of the dairy cow's death. He had made some researches, but he still failed to solve it. When he had been out of ideas, an animal shaman declared his statement that the cow's of the dairy cow's death was an animal with supernatural powers which was called Burung Babi Hutan. Traditional mysticism polemic versus modern biotechnology made the problem become hard to be solved.

RRI Jakarta: Bincang Lanang di RRI Jakarta Pro2 FM



Hari/ Tanggal: 20 Juli 2008
Waktu : Pk 15.00-16.00

Tempat Gedung RRI Jakarta
Jalan Medan Merdeka Utara
Jakarta Pusat

Penyiar: Lia Achmadi, RRI Jakarta Pro 2 FM
Narasumber: Sahlul Fuad, Maulana Achmad, Ilenk Rembulan, Yonathan Rahardjo

Beberapa pokok bahasan:

Sahlul Fuad menyampaikan beberapa ramalan di Novel Lanang yang terbukti

Maulana Achmad menyampaikan Novel Lanang menyoroti soal 'Penciptaan'/ Creation, Novel yang Kompak

Ilenk Rembulan menyampaikan Novel Lanang sebagai Novel yang Kompleks

Yonathan ditanyai soal proses penciptaan Lanang

Beberapa telepon/SMS yang masuk:

Orang Bojonegoro, Tanya pengalaman saat pembahasan Lanang di SMAN 2 Bojonegoro

Kami atas nama 'Forum Jurnalis Vetis Jogjakarta' merasa bangga dengan terbitnya Lanang. Semoga sequel berikut lebih humanis dan dahsyat. Salam (Satriyo)

Ketika membaca halaman awal sudah demikian menggairahkan untuk terus membaca tuntas, alur kisah luar biasa mengalir. (Yola Agriveta Jogja)

Proficiat untuk mas Jonathan dengan karya Novelnya yang fenomenal. Bukti nyata dokterhewan tidak hanya cakap nyuntik. semoga terus berkarya (Untung Yogya)

Dahsyat. Ayo terus gali inspirasi baru. Teruskan Lanang dengan sequel berikut jadi trilogi bahkan tetralogitapi tetap harus dengan perenungan yang dalam.(Untung Yogya)

FiXiMix: Fiksi Pertamaku Ramadhan

oleh
stasiun fiksi FiXiMix fiximix@yahoo.com

Setelah sukses menggelar Fiksi Pertamaku Istimewa dengan 4 seniman fiksi beberapa waktu lalu, kini FiXiMix menghadirkan Fiksi Pertamaku Spesial Ramadhan. Menampilkan 6 (enam) seniman fiksi tanah air.

Mereka adalah:
1. Beatnick (Nuruddin Asyhadie)2. Kepak Sayap Jiwa (Buset)3. Lanang (Yonathan Rahardjo)4. Lengkung Alis (Johannes Sugianto)5. Mengering Basah (Setyo Bardono)6. Sepasang Sepatu Sendiri dalam Hujan (Maulana Ahmad, Dedy Tri Riyadi, /Inez Dikara)

Seperti biasa, pada acara Fiksi Pertamaku, setiap seniman fiksi akan membagi pengalaman dahsyat mereka dalam usaha melahirkan dan memublikasikan karya fiksi pertama. Macam-macam kisah di balik keberhasilan mereka membuat karya. Ada yang penuh ganjalan di sana-sini hingga makan waktu bertahun-tahun, ada juga yang mulus-mulus saja dan bisa selesai plus diterbitkan hanya dalam hitungan bulan.

Nah, pengalaman yang bagaimanakah yang dialami ke-6 orang ini dalam memroses karya pertama mereka hingga berhasil dipublikasikan? Perlu diketahui, mereka ini adalah orang-orang yang belum lama ini menggelar acara rutin sastra di Warung Apresiasi, Bulungan, Jakarta Selatan, “PasarMalam” (Paguyuban Sastra Rabu Malam). Acara yang merupakan ajang bagi para sastrawan (sekaligus juga performer: dalam musik, puisi, dll.) untuk menampilkan karya mereka, juga untuk bersilaturahmi dan bertukar informasi dalam pertemuan setiap bulan di Rabu malam. Selain menjadi fasilitator bagi teman-teman sastrawan untuk memperkenalkan dan menampilkan karya, ternyata ke-6 orang ini juga praktisi sastra. Itu dibuktikan dengan kelahiran karya-karya pertama mereka ini.

Hanya di FiXiMix-lah mereka bersedia buka rahasia tentang ‘apa yang terjadi di balik pembuatan dan penerbitan karya mereka’.

Mengapa mereka memilih puisi? Lalu, apakah puisi bisa dimasukkan ke dalam kategori fiksi? Ada yang mengatakan puisi itu kebenaran, fakta, ada juga yang mengatakan puisi itu berada di ruang antara (antara fakta dan fiksi), sementara ada juga sebagian orang yang mengatakan puisi itu termasuk fiksi. Simak penuturan ‘behind the page’ mereka.

Sabtu, 13 September
Pk. 16.00 – 18.00 WIB
Lokasi: stasiun fiksi FiXiMix

Jl. Desa Putra No. 74, Alber - Jagakarsa
Jakarta Selatan 12640 (dekat sta. KA Lenteng Agung)

(Only short listed candidate will be contacted, hehe... )

Sampai jumpa!

FiXiMix, fiksikan dunia!
FiXiMix, stasiun fiksi Novel-Komik-KumCer-Skenario-Film-Games Toko*Perpus*Diskusi*Workshop*Kursus*Pemutaran Film*Performance Jl. Desa Putra No. 74, Jagakarsa - Srengseng Sawah, Jakarta Selatan 12640 Tel. 021-713 90 682, 0815 956 2258e-mail : fiximix@yahoo.com friendster: fiximix@yahoo.com --> http://profiles.friendster.com/fiximix milis : mafia-fiksi@yahoogroups.com blog : http://fiximix.multiply.com/ FiXiMix

Fiksikan dunia!

FiXiMix: Fixi Pertamaku di Fiximix

http://www.lautanindonesia.com/forum/index.php/topic,458.2700.html

Re: [LOUNGE & SERVICE] Fiksi Fantasi Dalam Negeri III
« Reply #2707 on: September 05, 2008, 08:40:23 pm »

Buat temen2 yang kemaren pada heboh ngebahas nopel LANANG, ada inpo yang gw ambil dari milis FiXiMix nih. Kali aja ada yang mo dateng:

Kawan2...
Sabtu, 13 September ini, ke-6 orang kawan kita dari milis Apsas akan kompak membuka 'behind the page' mereka dalam acara Fiksi Pertamaku...
Ke-6 orang ini adalah mereka yang beberapa bulan lalu menggagas program Pasarmalam (Paguyuban Sastra Rabu Malam atau kerap disebut Sastra Reboan) di Wapress.
Mereka adalah:

1. Beatnick (Nurudin Asyhadie)
2. Kepak Sayap Jiwa (Buset)
3. Lanang (Yonathan Rahardjo)
4. Lengkung Alis (Johannes Sugianto)
5. Mengering Basah (Setyo Bardono)
6. Sepasang Sepatu Sendiri dalam Hujan (Maulana Ahmad, Dedy Tri Riyadi, /Inez Dikara)

sambil mendengar mereka membacakan cuplikan karya mereka dan bercerita soal proses di balik keberhasilan mereka 'akhirnya... bikin buku dan dipublikasikan'... kita bisa diskusi santai dan curhat...

abis itu, bisa juga sambil 'rekreasi' ke negeri fiksi.., tinggal tarik aja 'kendaraan'-nya di rak-rak di FiXiMix.

setelah 'curhat2an' dan rekreasi... kita berbuka bersama... "ai... asyiknya..." (meminjam keyword yang sering digunakan hudan dulu... sekarang masih gak ya?).

Ok, segini dulu pengumumannya sbagai pemanasan..., hehe... sampai nanti!


salam FiXi!

hen




FiXiMix, stasiun fiksi
Novel-Komik-KumCer-Skenario-Film-Games
Toko*Perpus*Diskusi*Workshop*Kursus*Pemutaran Film*Performance

Jl. Desa Putra No. 74, Jagakarsa - Srengseng Sawah, Jakarta Selatan 12640
Tel. 021-713 90 682, 0815 956 2258
e-mail : fiximix@yahoo.com
friendster: fiximix@yahoo.com --> http://profiles.friendster.com/fiximix
milis : mafia-fiksi@yahoogroups.com
blog : http://fiximix.multiply.com

FiXiMix
Fiksikan dunia!

Pasar Malam Reboan: Lafalisasi Novel Lanang oleh A. Badri A.Q.T.pada Reboan 30 Juli 2008

Paguyuban Sastra Rabu Malam (PaSaR Malam) kembali mengundang Anda untuk hadir dalam Sastra Rabuan (Reboan). Reboan kali ini mengusung tema "Kenangan." Hal ini tidak lain karena ternyata di bulan Juli ini, ada banyak sekali peristiwa yang mengingatkan dan menggugah beberapa perasaan dalam diri kita. Hari Anak tanggal 23 Juli nanti misalnya, bisa saja mengingatkan kita pada serunya masa kanak-kanak kita, sekaligus mendorong kita untuk melakukan hal-hal yang positif untuk generasi yang akan datang. Demikian juga dengan hari-hari lain seperti Hari Koperasi, Peringatan Dekrit Presiden, atau yang pas tanggal 30 Juli saat pelaksanaan Reboan nanti adalah Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

Dalam Reboan tgl 30 Juli 2008 mendatang, akan tampil Badri IQT yang baru saja melangsungkan pernikahan (selamat ya Mas!) yang akan membawakan Lafalisasi petikan Novel Lanang. Dionys, yang beberapa waktu lolos dari sabetan clurit maut (pasti Kungfu-nya tinggi nih, selamat juga!) bersama Rhindra dari Elex Yo Ben pastinya akan menghibur Anda dengan "cerngatpen" yang maut lengkap dengan ringkikan kuda liar. Doni Anggoro akan tampil memperkenalkan novel terbarunya. Dharmadi, seorang penyair asal Banyumas, akan tampil membacakan beberapa karya puisinya, yang lantas buku puisi terbarunya akan dibahas. Dari Bandung, akan ada rombongan penampil dengan dua genre yaitu musik dan sastra. Group Band Indie asal Bandung, The Stranger, siap menghibur Anda dengan musiknya yang asyik, sementara Mat Don dan Yopi Setia Umbara akan menggedor telinga Anda dengan puisi-puisi mereka. Lalu dari Bekasi, sekelompok orang yang menamakan dirinya Suku Kulit Muka akan menyajikan musikalisasi puisi. Semuanya tampil demi eratnya Sastra dengan Anda, sehingga Reboan tetap pada fungsinya sebagai sebuah pintu bagi masyarakat luas untuk mengenal Sastra!

Bagi Anda yang gemar menulis puisi, panitia akan menyediakan selembar kertas sebab barangkali tiba-tiba ada kenangan yang 'nyelonong di pikiran Anda. Jika Anda bernyali, hubungi panitia untuk membacakan puisi karya Anda yang baru lahir itu. Siapa tahu ada hadiah menarik yang bisa Anda bawa pulang.

Kami dari PaSaR Malam, siap menanti kedatangan Anda di Warung Apresiasi & Seni (WaPresS) Bulungan, Jakarta Selatan dari pukul 19.00 hingga selesai.

Terimakasih.

Sie Acara
Dedy Tri Riyadi

RRI Jakarta: Mari Mengarungi Udara Bersama Novel Lanang di RRI Jakarta Pro2FM 105 MHz

Mari Mengarungi Udara Bersama Novel Lanang di RRI Jakarta Pro2FM 105 MHz



Novel Lanang mengajak Anda mengarungi udara untuk jam 15.00 di RRI Jakarta Pro2FM 105 MHz

Akan bicara para pembahas dahsyat (alvabetical):

1. Dian Ilenk Rembulan
2. Pakcik Ahmad
3. Sahlul Fuad
Dengan dipandu oleh:
Lia Achmadi yang penyiar dan MC handal,
Pada:
Minggu, 20 Juli 2008 ini.
Untuk nimbrung bisa hubungi telp. 345-9151, 352-2185, 352-2186.
dilanjutkan dengan Acara oleh Awak Pasar Malam (Paguyuban Sastra Rabo Malam)
pada pk 16.00 :
'Puisi Indie' bersama Johannes Sugianto dan
Budi Setyawan
pada pk 17.00:
penyair Setio Bardono dan Dedy Tri Riyadi.

Cunong N. Suraja: "Menggoreng burung babi hutan" Lanangnya Yonathan rahardjo di UnoivePakuan Bogor

dari senggutru@yahoo.com
Weekend and the end of acadenic 2007-2008 semester we would like to
invite you to join in our party in "menggoreng burung babi hutan"
milik Lanang by Yonathan Rahardjo in the clas of Extensive Reading
Semester VI DE.

Saturday, 19 Juli 2008
from 10.00 up to 12.00 a.m. based on Bogor Time
di Aula FKIP

It will be guided by Cunong N. Suraja

Please join us in eating lunch on week end.
See you there!

Bagja Nugraha: Ngobrol Bareng dr.Yo (Penulis Novel LANANG)



oleh Bagja

Kenal dengan dr.Yo? Itu tuh penulis yang sedang naik daun saat ini. Novelnya jadi fenomena.
Sebagai novel yang menghentak tema-tema sastra di Indonesia.
Keilmiahan, rekayasa genetik, kloning berubah menjadi enak dinikmati
dan kejutan-kejutan sastra pada novel ini. Beliau memadukan latar
belakangnya sebagai dokter hewan dengan "kegregetan" pembaca akan tema
yang jarang diungkap di dunia pernovelan kita.

Nah, kalau ingin menimba ilmunya dari dr.Yo silahkan datang di Pertemuan KMB (Komunitas Menulis Bogor), yang diadakan pada:

HARI & TANGGAL : SABTU, 05 JULI 2008

WAKTU : 10:00 sd 15:00 WIB / selesai
TEMPAT : SAUNG AKI BARI, di PPLH MATOA - CIAPUS BOGOR
(lokasi 100 m ke arah kanan, dari pertigaan Ciapus/akhir rute angkot)

PENGISI ACARA : Bp. Yonathan Rahardjo
TEMA :Thema Penulisan Lingkungan (expanding master point/subject)

Demikian undangan ini kami sampaikan dan ucapan terimakasih atas segala perhatian yang diberikan.


Salam,
Bagja


====================
Catatan:
@. Berhubung tempat diadakan di "luar-kota", mohon rekan-rekan berangkat
lebih awal, sehingga acara dengan Pembicara dari Jakarta ini
dapat dilakukan/dimulai sekitar 10:30 WIB.
@. Sisa waktu di siang hari yang ada, akan digunakan untuk pembicaraan persiapan HUT 1
TAHUN KMB (Agustus 2008).
@.Untuk Konsumsi Berat (khan lewat waktu luncheon ?) Saung Aki Bari
menyediakan menu khusus, tetapi bagian yang ini mohon "diatur
masing masing pribadi" aja ya, maaf sebelumnya.
@. Lokasi dapat ditempuh jalan kaki dari Pertigaan Ciapus ke arah kanan (dgn pandangan
dari bawah, jalan dari Bogor).
@. Untuk informasi yang lebih jelas tentang lokasi bisa dikontak: Matoa/Pak Budi
0251-487916, 0251-333267, atau 0812-8170314.
@ Gratis

Peta Lokasi:


Tags: kmb, lanang
Prev: Trilogy Neptunisme (hehehe maksa)
reply share

7 CommentsChronological Reverse Threaded
duniapeng
reply
duniapeng wrote today at 4:28 AM
thanks ya atas infonya

btw novel Lanang bagus yaks?????

gw dah liat tapi belum tertarik beli krn belum ada yg nge-review
bagja2000
reply
bagja2000 wrote today at 4:32 AM
Saya juga belum baca bukunya..baru baca reviewnya..Sudah banyak sih yg mereview, contohnya di:
http://papaemarvel.multiply.com/journal/item/767/Semacam_Kritik_untuk_Novel_Lanang
Baru-baru ini juga ada bedah bukunya di Gedung HB Jassin..

Salam,
Bagja
idnasrsa
reply
idnasrsa wrote today at 11:14 AM
kebayang aja pasti kang bagja ngobrolnya serius banged nih ya.... hehehehe...
bagja2000
reply
bagja2000 wrote today at 7:13 PM
idnasrsa said
kebayang aja pasti kang bagja ngobrolnya serius banged nih ya.... hehehehe...
kagak sempet ngobrol saya mah...hehehe..jeprat jepret khusu

PDSHBJ: Acara di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin





Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin



Mengundang Anda Hadir pada Acara:






Bedah Buku Novel



“LANANG”






Pemenang Lomba Novel Dewan Kesenian Jakarta 2006



Karya Yonathan Rahardjo



Penerbit Pustaka Alvabet 2008






PEMBICARA UTAMA:



Prof.Dr.Ignatius Bambang Sugiharto



(Guru Besar Filsafat Universitas Katolik Parahyangan Bandung)






PEMBANDING:



Chris Poerba



(Peneliti, Pemerhati Konsep Hegemoni, Penerima Selo Soemardjan Award 2004/ Riset, Juara I National Geographic Indonesia 2007/ Paper)






Sahlul Fuad



(Peneliti, Pemerhati Konsep Resistensi)






MODERATOR:



Endo Senggono



(Kepala Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin)









Lafalisasi Cuplikan Novel Lanang:





  1. Badri A.Q.T









Senin, 30 Juni 2008



Pk.15.00 – selesai



Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin



Taman Ismail Marzuki



Jl.Cikini Raya 73 Jakarta Pusat












Konfirmasi:



Endo Senggono, 08170787724



Alin SP Apriliani 0818819944, 081317969944





















CUPLIKAN MAKALAH PARA PEMBICARA






Ignatius Bambang Sugiharto:












Tema lain yang sangat menonjol tentu adalah ihwal bisnis dunia kesehatan dan industri obat. Novel ini mengeksplorasi dengan rinci, dan seringkali sangat teknis, kait-mengait berbagai instansi dalam jaringan penipuan yang teramat massif, termasuk permainan politik dengan pemerintah. Demikian banyak siasat dilematis ditampilkan. Bagaimana misalnya zat-zat transgenik tertentu bisa memacu produktivitas namun sekaligus menimbulkan kemungkinan penyakit. Dan itu justru disengaja, sebab kemudian perusahaan akan menjual obat penangkalnya. Semua hanya demi mata-rantai pemasaran belaka.



Tak kalah menariknya adalah perpaduan antara wacana bio-teknologi dengan perspektif spiritual religius nyaris klenik. Zat yang menjadi penyebab wabah misalnya, dilukiskan sebagai semacam gas dari persilangan antara gen kebodohan dan gen kemalasan. Gas ini perilakunya bagai roh , yang mencari tubuh-tubuh yang batinnya kosong, sekaligus bisa keluar-masuk tubuh bagai energi cahaya. Atau sewaktu Lanang membuat percampuran kimiawi demi menghadirkan burung babi hutan, ternyata percampuran itu menimbulkan reaksi karena dibarengi ritual doa, dan hasilnya pun menjadi sembilan ‘biji utama’ berwarna merah muda, yaitu biji ‘kasih’, biji ‘sukacita’, dst.seperti yang termaktub dalam Kitab Suci kristiani. Ini imajinasi brilian yang teramat ganjil dan tak terduga. Namun salah satu bagian terbaik dari novel ini adalah saat melukiskan konflik-konflik keagamaan. Di sana segala bentuk kemunafikan dan kerapuhan nafsu badani ditelanjangi; baik dalam konteks Lanang, Rajikun, Putri maupun Dewi. Yang menarik adalah bahwa segala keyakinan suci dilukiskan berdampingan tanpa beban dengan perilaku-perilaku bejat. Dan itu memang fenomena-fenomena menakjubkan yang lazim terjadi di negeri ini.






... Di tangan sutradara yang piawai novel ini niscaya dapat diangkat menjadi film sci-fi terobosan yang menawan dan berbobot, mengingat belum ada film sci-fi cukup berarti yang dihasilkan oleh negeri ini.









Chris Poerba






... Keseluruhan substansi Novel Lanang jelas merupakan sebuah narasi besar mengenai hegemoni korporasi asing (industri farmasi global) yang telah tertanam dalam keseharian hidup Dengan bantuan sekumpulan prostitusi intelektual Sebuah upaya dari korporasi asing dalam membuat sistem dan mekanisme ketergantungan dengan bantuan prostitusi intelektual






Sahlul Fuad






...



Secara kontekstual dengan kondisi bangsa ini di bidang kedokteran hewan dan peternakan, setelah membaca Novel Lanang kita dapat merasakan kaitannya dengan kondisi peneliti atau dokter/dokter hewan, atau politik kesehatan Indonesia saat ini. Dalam kasus flu burung kita menjumpai penelitian yang tidak tuntas, banyak yang tidak terdeteksi dan ahli-ahli yang asbun (asal bunyi/ asal omong), dan pemerintah yang plin-plan.






Bila kita memahami hal ini, akan dapat terasakan, pesan yang disampaikan penulis betul-betul menggetarkan. Sangat mengerikan bila ternyata kualitas peneliti dan dokter hewan di Indonesia ada yang seperti Lanang, baik sebagai ilmuwan atau pribadi, yang membuat hegemoni dari berbagai pihak dapat terjadi padanya secara menggurita, termasuk dari negeri asing.






Dalam konteks tema ini, bila Novel Lanang adalah sebuah fiksi, untuk menyandingkan dengan buku non fiksi kita dapat menyandingkannya dengan Buku “Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung”, tulisan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang bikin gerah World Health Organization (WHO) dan Pemerintah Amerika Serikat (AS).






Dalam buku ini Fadilah berhasil menguak konspirasi AS dan badan kesehatan dunia itu dalam mengembangkan senjata biologi dari virus flu burung, Avian influenza (H5N1). Setelah virus itu menyebar dan menghantui dunia, perusahaan-perusahaan dari negara maju memproduksi vaksin lalu dijual ke pasaran dengan harga mahal di negara berkembang, termasuk Indonesia. Konspirasi tersebut, kata Fadilah, dilakukan negara adikuasa dengan cara mencari kesempatan dalam kesempitan pada penyebaran virus flu burung. Fadilah mengatakan, Pemerintah AS dan WHO berkonpirasi mengembangkan senjata biologi dari penyebaran virus avian H5N1 atau flu burung dengan memproduksi senjata biologi.






...



Selama ini, semua upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengontrol NAMRU tidak pernah dipublikasikan, sehingga rakyat Indonesia tidak tahu apa-apa. Barulah setelah Menkes menggebrak, keberadaan NAMRU terungkap ke masyarakat luas pada awal 2008. Ketika terbit akhir April 2008 dan diluncurkan Mei 2008, kabarindo.commengatakan, “Novel ini ditulis dengan gaya thriller, plot cerita novel ini sungguh menegangkan. Karakter tokoh-tokoh pun rumit dan penuh intrik. Dengan pendekatan konspirasi, karya ini menjadi bacaan kritis bagi yang tertarik pada isu-isu social, psikologi, bioteknologi, dan politik kesehatan. Anda tentu masih ingat dengan polemic Namru 2 dan isu virus Flu Burung khan? Sepertinya penulis novel masih terperangkap dengan isyu-isyu tersebut.”






Benarkah Novel Lanang terperangkap isu-isu seperti kata kabarindo.com itu? Untuk kasus flu burung, kelihatannya memang iya, dan diakui pengarangnya memang terilhami kasus ini. Namun untuk kasus Namru, sudah tentu Novel Lanang mendahului terbongkarnya kasus Namru. Sebab Novel Lanang sudah menjadipeserta Lomba Novel Dewan Kesenian Jakarta tahun 2006, dan diumumkan menjadi pemenang pada awal 2007. Sedangkan tadi sudah jelas, terbongkarnya kasus Namru adalah pada awal tahun 2008.



...



Tak berlebihan bila saya katakan Lanang itu semacam buku primbon untuk menguak misteri indonesia. Mungkin ini semacam ramalan Jayabaya. Lanang itu sastra. Sesastra puisi. Sepuisi indonesia. Seindonesia yang misteri. Membaca lanang memang beda dengan logika.












SMAN 2 Bojonegoro: Ikuti Bedah Novel Bersama Yonatan Rahardjo


http://sma2bojonegoro.com/?p=362

Ikuti Bedah Novel Bersama Yonatan Rahardjo

June 30, 2008 · Print This Article

LanangkuBojonegoro-Akhirnya, keinginan untuk bertemu pengarang novel lanang kesampain juga. Lewat acara bedah novel, Mas Yonatan bersama Mbak Aisyah (Alumni SMAdaBO) akan hadir di SMAN 2 Bojonegoro untuk kupas tuntas seputar “Lanang”, mereka akan ditemeni oleh Mr. Prawoto yang juga merupakan alumni SMAdaBO tahun 2001 yang saat ini mengajar disana. Selain bedah Novel, acara ini juga akan diselingi diskusi sharing dan motivasi atas keberhasilan alumni dan strategi untuk bisa berprestasi saat sekolah kuliah dan ketika mau kerja

Untuk meramaikan acara tersebut, kami undang seluruh pengunjung website untuk berpartisipasi dalam kupas tuntas Novel “Lanang” pada : Sabtu, 12 Juli 2008, Pukul : 09.00 WIB di Aula SMAN 2 Bojonegoro.

Acara ini diselengarakan bekerja sama anatar Majalah ZIGZAG, OSIS dan IKATAN ALumni SMAdABO.

Perlu kami sampaiakn, Novel lanang adalah Pemena sayembara Novel DKI 2006, dan bukunya telah di Lunching pada bulan mei 2008. Dia asli kelahiran Bojonegoro dan tercatat sebagai alumni SMAdaBO yang lulus tahu 1987. Proesinya saat ini adalah Dokter Hewan. (Baca Sinopsis di riview, red)
Yang berminat ikuta cara tersebut, silahkan call Mr. Prawoto di 081931002004, undangan terbatas. Rencananya yang hadir adalah 70 orang perah lima besar di kelas X, dan XI. Alumni SMAdaBo, undangan dari siswa sekolah lain (OSIS dan Majalah) , alumni redaksi majlah ZIGZAG bapak ibu guru, anggota ekstra Pramuka, PMR, teater dan bebebrpa guru SMA 2 dan guru Bahasa Ind dari sekolah lain.

PDSHBJ: Undangan PDS HB JASSIN BEDAH BUKU NOVEL LANANG


dari: Panitia PDS HB Jassin Bedah Novel Lanang


PUSAT DOKUMENTASI SASTRA H.B.JASSIN


Mengundang Anda Hadir pada:


BEDAH BUKU NOVEL LANANG

(Karya Yonathan Rahardjo, Pemenang Lomba Novel Dewan
Kesenian Jakarta 2006, diterbitkan oleh Pustaka Alvabet 2008)




Hari, Tanggal: Senin, 30 Juni 2008

Pukul: 15.00 - 17.30/ selesai

Tempat: Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin (PDS HBJ)

Taman Ismail Marzuki

Jalan Cikini Raya 73 Jakarta
Pusat



PEMBICARA UTAMA:

Prof.Dr.I.Bambang Sugiharto

(Guru Besar Fakultas Filsafat Universitas Parahiyangan Bandung)



PEMBANDING:


1. Chris Poerba

(Peneliti, Pemerhati Konsep Hegemoni, Penerima Selo Soemardjan Award 2004 /Riset, Juara I National Geographic Indonesia 2007 /Paper)



2. Sahlul Fuad

(Peneliti, Pemerhati Konsep Resistensi)



MODERATOR:

Endo Senggono
(Kepala Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin)



LAFALISASI CUPLIKAN NOVEL LANANG:

A. Badri A.Q.T.

TERBUKA UNTUK UMUM, TIDAK DIPUNGUT BIAYA



Kontak Panitia:

Endo Senggono (0817 0787724)

Alin SP (081 881 9944, 0813 1796 9944)

Komunitas Menulis Bogor: Pertemuan Bulanan KMB di BTM 7 Juni 2008

http://bagja2000.multiply.com/photos/album/65/Pertemuan_Bulanan_KMB_di_BTM_7_Juni_2008

(...) Untuk Bulan Juli 2008, rencana KMB akan mengundang Dokter Yo, Penulis Novel "Lanang". Bertempat di Perkebunan Matoa, Ciapus. Sambil diskusi, juga mencicipi menu bebek kluwek..nikmat.... (...)

SMAN 2 Bojonegoro: Lanang dan SMAN 2 Bojonegoro

Yth/Ytc
Bapak/ Ibu Guru, Alumnus dan Siswa,
Almamater SMAN 2 Bojonegoro
di Manapun saja berada

Perkenankan saya, alumnus SMAN2 Bjn tahun 1987, mempersembahkan Novel saya “Lanang” kepada Almamater saya SMA Negeri 2 Bojonegoro.

Novel Lanang ini sampai ke SMA 2 Bojonegoro berkat bantuan: Aisyah Sileuw, Alumnus SMAN 2 Bjn tahun 1989.

Di kota lain: Jakarta dan sekitarnya dapat diperoleh di Toko Buku Gramedia, Gunung Agung. Di Surabaya dapat diperoleh di Toko Buku Uranus. Di kota yang tidak ada, dapat menghubungi penerbitnya:

Pustaka Alvabet
Ciputat Mas Plaza Blok B/AD
Jl. Ir. H. Juanda No. 5A, Ciputat
Jakarta Selatan Indonesia 15411
Telp. +62 21 7494032,
Fax. +62 21 74704875
http://www.alvabet.co.id

atau lewat Sdr Alin SP, HP No: 081 881 9944, 0813 1796 9944

Selamat membaca, semoga bermanfaat

yonathan

=======

Penerbit Pustaka Alvabet menerbitkan Buku Baru

DATA BUKU:

Judul : LANANG
Penulis : Yonathan Rahardjo
Kategori serial : AlvabetSastra
Editor : A. Fathoni
Cetakan : I, Mei 2008
Ukuran : 12,5 x 20 cm
Tebal : 440 halaman
ISBN : 978-979-3064-59-8
Harga : Rp. 55.000,-

L A N A N G
(Pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2006)

Yonathan Rahardjo

SINOPSIS:

Doktor Dewi seorang antek korporasi asing. Berkepentingan memasok produk rekayasa genetika dari luar negeri, dia ciptakanlah hewan transgenik penyebar virus penyakit, Burung Babi Hutan. Sejak kemunculan makhluk aneh ini, area peternakan sapi perah tempat Lanang bekerja tiba-tiba terserang penyakit gaib. Ribuan sapi mati. Warga pun gempar.

Bersama pemerintah dan masyarakat, Lanang, dokter hewan yang cerdas, obsesif, dan melankolis, sibuk mencari tahu sebab kematian sapi perah. Seminar dan penelitian dilakukan, tapi penyakit misterius tak kunjung ketemu. Usaha ilmiah pun menemui jalan buntu. Lalu, mengemukalah isu dari seorang dukun hewan bahwa biang keladi kematian sapi adalah Burung Babi Hutan, makhluk jadi-jadian. Polemik mistikisme tradisional versus bioteknologi modern pun menambah ruwet persoalan. Akankah proyek Doktor Dewi berjalan mulus?

Ditulis dalam gaya thriller, plot cerita novel ini sungguh menegangkan. Karakter tokoh-tokohnya pun rumit dan penuh intrik. Dengan pendekatan konspirasi, karya ini menjadi bacaan kritis bagi yang tertarik pada isu-isu sosial, psikologi, bioteknologi, dan politik kesehatan.

KUTIPAN PUJIAN:

”Membaca novel ini, saya segera merasakan kemiripannya dengan kesusastraan Eropa abad ke-20, misalnya novel Prancis Plague (Penyakit Pes) karya Albert Camus atau karya-karya Géza Csáth dalam kesusastraan Hungaria: kita harus menghadapi kehadiran simbolik, mistik, rasional, dan irasional secara bersamaan. Sebagai ”pemula” dalam kesusastraan Indonesia, saya membandingkannya dengan Harimau–Harimau karya Mochtar Lubis. Musikalitas dan plastisitas deskripsi dalam novel ini luar biasa, seperti skenario film!”
—Mihaly Illes, Duta Besar Hungaria untuk Indonesia

“Yonathan seperti Taufiq Ismail yang juga dokter hewan, sama dengan Asrul Sani idem ditto dokter hewan. Ditarik lebih jauh ke masa lampau, Marah Rusli, pengarang roman Siti Nurbaya, pun dokter hewan. Saya pikir, tentu ada sesuatu yang “spesial” dengan dokter hewan. Bisa bersajak, bisa mengarang.
… Saya pikir, Yonathan ini wong edan, gendheng, gilo-gilo baso, sifat yang melahirkan kreativitas, orisinalitas. Kukirim sajakku padamu Yonathan. Bunyinya: Katakan beta/manatah batas/antara gila/dengan waras.”
—Rosihan Anwar, Tabloid Cek & Ricek

“Kekuatan utama novel ini terletak pada wawasan baru yang mewarnainya. Rumit tapi…. Sangat menarik.”
—Ahmad Tohari, novelis

“Novel yang kaya dan dalam, menampilkan berbagai wajah dan genre yang beberapa di antaranya belum dirambah pengarang Indonesia lain: sains, thriller, sosial, psikologi.”
—Prof. Dr. Apsanti Djokosujatno, Guru Besar Sastra Universitas Indonesia

”Ada beberapa dokter hewan yang terjun dan bergelut di dunia sastra. Tetapi, agaknya, hanya (Dokter Hewan) Yonathan Rahardjo yang coba memperkaya sastra Indonesia dengan rekayasa genetika sebagai bagian dari pengucapan literernya melalui novel Lanang.”
—Martin Aleida, wartawan Tempo 1971-1984

“Penyair yang dokter hewan ini dikenal dengan puisi-puisi kontekstual dan sosialnya. Kritik-kritiknya tajam, kendati dibalut dengan bahasa yang telanjang.”
—Kompas

“Lanang adalah perpaduan mengejutkan antara eksperimen biologi mutakhir dengan alam spiritual tradisional. Kerumitan alur cerita, keterampilan bahasa, dan kompleksitas psikologi yang ditampilkannya adalah tawaran gelagat baru yang menakjubkan dalam denyut sastra Indonesia mutakhir.”
—Prof. Dr. I. Bambang Sugiharto, Guru Besar Filsafat Universitas Parahyangan

“Jalinan cerita dan tokohnya memang buah imajinasi, tapi latar belakang teknologi dan konspirasi global (yang jadi setting ceritanya) boleh jadi mendekati kenyataan. Gabungan fiksi dan kenyataan yang membuat masyarakat perlu berpikir ulang ihwal teknologi!”
—Hira Jhamtani, pengamat kehidupan, Gianyar, Bali

“Cara bercerita dalam novel Lanang memperkaya khazanah susastra Indonesia, sebuah cara penceritaan yang baru, rinci, telaten, merayap, namun arahnya pasti dan penuh kejutan.
Penceritaan hal-hal sensitif, yang menjadi kontroversi berbagai pihak dalam konteks sastra dan moralitas sastra Indonesia, mampu disampaikan secara terbuka dan terus terang namun tidak blak-blakan dan vulgar, dikemas dalam kata dan kalimat indah khas susastra, dengan tetap menjaga dan mempertahankan greget suasana dan makna.
Konflik kejiwaan dan karakter tokoh utama ditampilkan secara mendalam, menghadirkan konflik itu terasa nyata, dan memang sebetulnya mewakili kondisi kejiwaan dan spiritualitas manusia Indonesia pada umumnya dalam menghadapi masalah yang menyangkut kepentingan bangsa.”
—Ahmadun Yosi Herfanda, Redaktur Budaya Harian Republika

“Novel ini menggarap satu tema yang sangat menantang: rekayasa genetika. Sebuah tema yang memerlukan pengetahuan khusus dan kecakapan menulis yang lebih dari cukup. Dalam beberapa hal, sang pengarang telah memenuhinya. Selebihnya, biar sidang pembaca yang menilai.”
—Zen Hae, penulis sastra, Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta

“Yonathan Rahardjo, seorang dokter hewan lulusan Universitas Airlangga Surabaya, memilih berkecimpung di dunia tulis-menulis ketimbang berpraktek sebagai dokter hewan….
Dari semua tulisan yang dibuatnya, Yonathan menyadari dirinya cenderung menyukai tulisan-tulisan yang mengungkap rasa, yaitu tulisan sastra, bukan berita ilmiah ataupun laporan, tapi bahasa indah yang di dalamnya ada prosa dan puisi, yang punya benang merah dengan apa yang ia lakukan waktu kecil.”
—Bisnis Indonesia

”Novel (Dokter Hewan) Lanang mengangkat kisah kemanusiaan dokter hewan dan seluk-beluknya secara rinci, gamblang dan imajinatif dalam menyelidiki misteri kematian hewan dalam jumlah besar, yang memengaruhi hajat hidup masyarakat dan bangsa.
Jatuh bangunnya Drh. Lanang dalam menyelidiki kasus penyakit penyebab kematian hewan itu merupakan cermin apa yang sesungguhnya terjadi di bidang kedokteran hewan dan peternakan di tanah air, dengan menggunakan dasar ilmiah dan dikembangkan sebagai fiksi dengan berbagai kemungkinan yang bisa terjadi.
Novel yang patut menjadi bacaan “wajib” bagi kalangan kedokteran hewan dan peternakan serta peminat seni sastra pada umumnya. Penyajiannya sangat inspiratif dan menjadi jembatan emas antara dunia ilmiah kedokteran hewan dan dunia kemanusiaan (humaniora).”
—Prof. Drh. Charles Ranggatabbu, MSc, PhD, pakar Kedokteran Hewan, Guru Besar dan Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada Jogjakarta

“’Kita kembali pada karya sastra saja,’ ujar Yonathan Rahardjo, salah satu pemenang sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta. Karyanya adalah salah satu di antara pilihan juri yang mencengangkan publik sastra karena realisme hampir nampak dalam karya para pemenang ini.”
—Sihar Ramses Simatupang, Sinar Harapan

“Yonathan Rahardjo selama ini mencermati berbagai tema kehidupan, seperti kehidupan politik yang bobrok, porak porandanya lingkungan, dan berbagai kenyataan sosial lainnya. Semua itu dicurahkannya….”
—Warta Kota

“Sebuah roman yang akan membawa kita meruntuhkan blokade terhadap orang lain sebagai impersonalitas menuju sesuatu yang personal dengan menciptakan ruang intim. Orang lain hadir dengan berbagai “cara memahami” sebagai warisan budaya dalam menetapkan berbagai definisi berikut batas-batas kategori dan klasifikasi yang kaku. Roman ini mendobrak batas-batas itu dan menjadikan semua tokoh ceritanya sebagai cermin yang dalam untuk menjenguk diri kita sebagai manusia dengan kecemasan, harapan, rasa sakit, dan cinta.”
—Wicaksono Adi, kritikus seni, Juara I Lomba Kritik Sastra Dewan Kesenian Jakarta 2004

============================ ==============
info perkembangan tafsir pembaca novel Lanang:
http://www.novellanang.co.cc

============================ ==============

Shinta Suciati: Like watching a movie

By:
Shinta Suciati
FKIP
Universitas Ibn Khaldun Bogor
06211210498
Semester IV Afternoon

Novel Lanang tell about a man the name is Dr. Lanang, he is veterinarian and he lived in the village and his wife was named Putri. The night he halp born Cow property Sukarya bat in the morning the little cow that he halp died. He was very shocked, then he had made some investigation.
All Doctor make a seminar for this cause, in the Seminar he meet Dr. Dewi she was a holder of doctorate who worked as a follower of foreign corporation, and than she was created transgenic animal that was able to spread the virus of diseae named " Burung Babi Hutan "
Actually Dr Dewi be an accessrt with Rajikun for distant Dr. Lanang. Dr. Lanang was a combination that surprised between the latest experiment of biology with the nature of traditional spiritual.
Reading Novel is like watching a movie, there is a psychological conflik among the A character that is appeared deeply and presented like real.
\ This story can be a reflection of wahat is being happened in the field of animal medical Wnd animal husbandry in this country.

TIM-PKJ: Lanang dalam Agenda Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki

http://www.tamanismailmarzuki.com/kalendar/23-05-2008.html


Diskusi Novel

“Lanang”

Karya : Yonathan Rahardjo

Pemenang Sayembara Novel DKJ 2006



“Kekuatan utama novel ini terletak pada wawasan baru yang mewarnainya.

Rumit tapi ……. Sangat menarik”. (Ahmad Tohari, Novelis)



Pembicara :

Yusi Avianto Pareanom & Lisabona Rahman



Moderator :

Gratiagusti Chanaya Rompas



Galeri Cipta III

23 Mei 208

Pkl. 14.30 wib s/d selesai

Gratis & Untuk Umum



Kerjasama Antara



Pusat Kesenian Jakarta

Taman Ismail Marzuki

Dewan Kesenian Jakarta