Teruskan LANANG dengan sequel berikut

Sungguh dahsyat. Ayo terus gali inspirasi baru. Teruskan LANANG dengan sequel berikut jadi TRILOGI bahkan TETRALOGI tapi tetap harus dengan perenungan yang dalam.

Untung Satriyo
Drh, Yogyakarta

Sesuai dengan saya yang sering melambung-lambung atas kebodohan negeri.

Lanang seorang dokter hewan idealis yang berusaha mencari penyebab penyakit misterius pada sapi yg di sebabkan oleh hewan transgenik seekor burung babi bersayap sebagai pengalih perhatian yang dasarnya adalah zat rekayasa genetika itu sendiri....adalah upaya pengaruh kekuasaan badan hukum asing yang sengaja untuk membuat kekacauan sistem desa. Mengingatkan saya pada sistem pemerintahan negaraku sendiri.
Saya suka gaya bahasanya. Sesuai dengan saya yang sering melambung-lambung atas kebodohan negeri. Seperti nama nama tim penyidik kasus yang unik, mengalir apa adanya.

Sahda Nuansa Soetrisno

Kekuatan utama novel Lanang terletak pada bahasa yang digunakan

Saya suka sekali novel Lanang. Menurut saya kekuatan utama novel Lanang terletak pada bahasa yang digunakan, seleksi yang ketat atas diksi yang digunakan menimbulkan kombinasi bunyi yang merdu(eufoni) semisal pada kalimat "tergambar percakapan diri sendiri, menjadi suatu rangkaian monolog hati" dan lagi pada kalimat "dalam ruang rumah yang sepi, putri pun bermain angan sendiri". Adanya asonansi bunyi i menimbulkan efek merdu tanpa mengurangi pemahaman terhadap arti kalimat yang di sampaikan, selain itu jarang lho penulis Indonesia yang mengusung tema sains fiction, membaca karya Yonathan Rahardjo seperti membaca novel nya Michael crichton yang berjudul next yang juga berkisah tentang hewan hewan transgenik.

Nano Anggoro Palguno
Jurusan Sastra Indonesia
Fakultas Ilmu-Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta

Yang terabaikan dari dokter hewan

saya membaca Lanang. Bagus. Yang terabaikan dari dokter hewan terangkat.

Faiz Manshur
Bandung

tmpk jelas kegelisahan penulis trhdp sgl hal yg terjdi d republik tercinta

scr umum bs aku sampaikan bhw unt aku yg awam mslh sastra, mmg membthkan "energi lebih" unt menyelesaikan membaca "Lanang". Detail, runtut, puitis, ilmiah, dlm mendeskripsikan stiap hal dan peristiwa... nmn tdk bertele2, bhkn terkesan "padat". Mgkn ada bnyak hal dlm pemikiran penulis yg ingin disampaikan melalui "Lanang".
tmpk jelas kegelisahan penulis trhdp sgl hal yg terjdi d republik tercinta ini. Ini yg membuat tokoh Lanang terlihat "gelisah"... Aku sprt membaca kisah hidup Jonathan, tp aku tahu bhw "Lanang" adalah cerita fiksi belaka... Luar biasa mmg imajinasimu Jon...

Budi Krisnawati
Serang, Banten

Ide menarik dan liar

Ide menarik dan liar, mungkin kalimat bersajaknya perlu dikurangi, biar agak ngepop, perlu energi lebih kalo yg baca kalangan remaja...

Loes Darwanto
Makassar

rekayasa genetika, yg jd pnyebab konflik dan ttg ksetiaan n loyalitas

rekayasa genetika, yg jd pnyebab konflik dlm novel ini...yg diulas dgn detail oleh Sang novelis yg dokter hewan ini...sngat mnarik utk dibaca...mngkin dlm dunia nyata jg sdh bnyak dilakukan ya..perkmbangn iptek..klo dg sistem coba2 sesuai nafsu n keingin tahuan manusia ..bila tanpa pertimbangan moral n aturan agama..bs mjndi ssuatu yg mngerikan..mrusak dan m'bawa bencana/musibah berbagai aspek khidupan...

ada satu lg..ttg ksetiaan n loyalitas dr sseorang manusia yg mudah luntur...thd pasangn hidupnya,kemanusiaan n terutama Tuhannya..mngkin di dunia nyata jg ada..dgn alasan yg berbagai mcm..utk mncari tau jwbn misteri, kmajuan iptek, dll..sseorang bs mlakukan berbagai pnyimpangn..wlo mgkin nuraninya mnjerit bhw yg dlakukannya itu tdk benar atau dosa..btw,..novelmu mmg bagus John..penuh kreatifitas sastra n istilah2 dunia iptek...mg sj manusia smcm dokter Lanang yg sbnrnya penuh potensi, dedikasi..namun sayang kisahnya berakhir dgn tragis tdk ada di dunia nyata


Heni Nafarin
Bekasi

ORCHESTRA KATA/ PERISTIWA


Tulisan ini laik disebut ORCHESTRA KATA/ PERISTIWA. Kalimat2 dan kejadian-kejadian, tak selalu mengalir secara kronologis, melainkan bisa melompat maju mundur dan tetap tersusun secara cerdas. INI membuatnya menjadi menarik dan BERBEDA dari karya-karya lain.... Banyak disampaikan metafor-metafor, juga istilah-istilah dalam dunia kedokteran hewan yang mungkin tak selalu tertangkap gamblang  oleh pikiran pembaca, namun tetap terpahami. Mewarnai keterpaduannya sendiri.
Membaca Lanang seperti menikmati Lukisan Abstrak atau Mozart.... Terkadang tenang, meninggi, berdentam-dentam, terkadang tidak mudah dipahami, namun tetap dan sangat-sangat dapat ternikmati. Tulisan ini, warna dan intensitas ceritanya, menggoda untuk terus dibaca hingga akhir cerita. Karakter tokohnya bisa melompat-lompat antara tokoh satu dengan lainnya. Mengaburkan kesempatan untuk memberikan penilaian hitam-putihbagi para tokoh sentral.
Novel ini menempatkan pembaca menjadi serupa SPONS: Dengan terus diisi menjadi penuh dan berat.namun tidak akan meluap. Untuk disebut SANGAT Sempurna, hanya dua hal: Ending yang dipertahankan intensitasnya sampai titik terakhir. Dan mengurangi beberapa repetisi yang membuat pembaca berkata-kata dalam hati: "apa ini kesalahan ketik/layoutpenulisan?
Penulisnya tervisualisasikan bagai seorang COMPOSER. Sebagai seorang CHEMIST. Menata kerumitan dan detail di bagian per bagian. Kemudian meng'compose'nya menjadi gelombang Kata-Kata. Terkadang mengayun terkadang menghempas terkadang menggairahkan. Penulis pun ahli meramu lompatan sifat dan karakter tokoh-tokoh dalam ceritanya. Sehingga masing-masing tokoh kerap seolah sangat familiar dalam kehidupan sehari-hari kita (neighbourhood profiles).
Namun uniknya, setiap tokoh terkadang bisa begitu asing dibanding pemeranannya terdahulu, seolah merupakan perpaduan sejumlah wajah, sejumlah pribadi. Namun ahli kimia kata ini mampu menggambarkannya secara cukup 'menyatu; sehingga keunikan-keunikan yang tak biasa ini justru menjadi penguat. Seperti rasa pare dalam hidangan siomay. Rasa pahitnya justru menguatkan tema dan melengkapi kenikmatan.


Myrza Rahmanita
STIP Trisakti Jakarta